<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Menjadi PAPA</title>
	<atom:link href="http://menjadipapa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://menjadipapa.wordpress.com</link>
	<description>Belajar menjadi.........................</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Apr 2009 11:01:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='menjadipapa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Menjadi PAPA</title>
		<link>http://menjadipapa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://menjadipapa.wordpress.com/osd.xml" title="Menjadi PAPA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://menjadipapa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Selamat Datang Nesha&#8230;..</title>
		<link>http://menjadipapa.wordpress.com/2009/04/13/selamat-datang-nesha/</link>
		<comments>http://menjadipapa.wordpress.com/2009/04/13/selamat-datang-nesha/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 16:47:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antophoo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nesha Agelita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadipapa.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Waktu itu tanggal 3 April 2009, dua hari lagi genap 38 minggu kandungan Mama yang kata dokter beberapa hari yang lalu ada sedikit masalah dengan kandungannya.  Calon bayi beratnya kurang,  padahal Mama sudah makan makanan yang sangat bergizi ditambah es krim untuk menambah berat badan.  Tapi hari itu Jumat 3 April ketika di USG lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=73&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu itu tanggal 3 April 2009, dua hari lagi genap 38 minggu kandungan Mama yang kata dokter beberapa hari yang lalu ada sedikit masalah dengan kandungannya.  Calon bayi beratnya kurang,  padahal Mama sudah makan makanan yang sangat bergizi ditambah es krim untuk menambah berat badan.  Tapi hari itu Jumat 3 April ketika di USG lagi bayi masih 2,2 kg, dan yang membuat aku sangat takut adalah bahwa air ketubannya tinggal sedikit sekali di kandungan.  Dokter menjelaskan efek-efek kalau air ketuban sedikit dan kemungkinan-kemungkinan terburuknya.  Pikiranku tambah kacau, takut, kuatir dan pengin cepet-cepet selesai pemeriksaannya, karena kami sudah 3 jam menunggu dan lagi aku harus ujian Business Law di kampus.</p>
<p>&#8220;Nanti di CTG lagi ya Bu untuk memastikan analisa saya tadi. Kalau hasilnya bagus boeh pulang dan hari Senin harus ke Cipto untuk scan 4D untuk menganalisa lebih detail lagi.  Saya masih akan berjuang agar bayi lahir normal.&#8221; kata dokter Ekarini kepada Mama.</p>
<p>&#8220;Dok, kalau saya tinggal dulu gimana, saya ujian dulu sebentar terus nanti saya kesini lagi (walaupun aku yakin tidak akan bisa konsentrasi&#8230;:) )&#8221;  &#8220;Iya Pak, silakan tidak apa-apa kok, nanti kalau ada sesuatu Bapak saya telepon&#8221; kata dokter lagi.</p>
<p>Akhirnya istriku pun aku tinggal di Carolus untuk segera menuju ke kampus UGM tercintaku menjalani Final Exam Trimester 1 ku.  Sudah seperti yang aku duga, kalau aku ga bisa konsentrasi, selama 30 menit pertama soal hanya aku bolak balik saja, walaupun akhirnya aku temukan kata-kata untuk memulai proses &#8220;mengarangku&#8221;.<br />
<span id="more-73"></span><br />
Tepat jam 21.00 Mama sms kalau hasil CTG bagus dan boleh pulang, saat bersamaan dengan waktu ujian selesai.  Aku segera meluncur ke Carolus lagi bersama Rina, Yiyin dan Evi.  sepanjang perjalanan dari carolus, mama perutnya mulas terus, aku sudah kuatir jangan-jangan akan sering dan sudah waktunya melahirkan.  Sesampainya di rumah pukul 22.30, Mama mau ganti baju dan celana, dilihatnya cairan merah di celananya.  Segera aku suruh Mama telepon dokter, dan setelah telepon disuruh balik lagi ke Carolus untuk di observasi lagi lebih lanjut.</p>
<p>Jam menunjukkan pukul 23.30 ketika kami sampai di Carolus.  Ada 3 tas yang berisi persiapan untuk Mama melahirkan.  Kami langsung menuju ruang Immanuel di belakang untuk observasi mama.  Malam itu mama di pasang alat untuk memantau denyut jantung si bayi diperutnya sampai kira-kira 30 menit dan setelah melaporkan ke dokter, suster yang bertugas segera memasang infus ke Mama.</p>
<p>Malam itu aku tidak bisa tidur mengkuatirkan mama yang selalu mengeluh sakit.  Ini berbeda ketika Ivan dulu.  Segera aku kabari orang tua akan keadaan ini dan minta doa dari mereka untuk kelancaran persalinannya nanti.</p>
<p>Hari mulai berganti, tak terasa diluar mulai terang tanda hari sudah pagi. Observasi pun dilakukan lagi setelah Mama disuruh mandi.  Dokter bilang akan datang nanti siang.  Pikirku siang itu sekitar jam 11 atau jam 12 tetapi setelah ditunggu baru jam 16 dokter yang kecil itu nongol juga.  Dengan lincahnya dia langusung melihat kondisi mama dan memeriksanya, dan akhirnya dia nyerah kalau tidak mungkin memaksa untuk lahir normal karena bayi masih jauh dari jalan lahir dan kondisi bayi adalah kecil dan ditambah air ketuban hampir habis. &#8220;Pak, Bu, saya tidak berani untuk melakukan induksi karena kasihan bayinya, jadi saya terpaksa mengusulkan untuk cesar, silakan dibicarakan dulu berdua ya&#8230;&#8221;</p>
<p>Mungkin hanya 1 menit saya dan istri bicara dan memutuskan setuju untuk cesar.  Kaget juga melihat mama yang tidak takut operasi pada saat itu (tapi belakangan ternyata takut juga&#8230;dan tensi nya tinggi&#8230;he&#8230;he&#8230;he..).</p>
<p>&#8220;Ok kalau begitu kita operasi nanti jam 18.00 ya, tolong suster di persiapkan&#8221; begitu kata dokter.  Kami pun pasrah&#8230;.karena belum pernah yang namanya operasi itu.  Keinginan kami hanya satu bahwa bayi kami selamat.</p>
<p>Mama sudah kelihatan tenang, tapi aku tidak, apalagi ketika menuju ruang operasi yang di lantai 4.  Aku nunggu di luar bener-bener sendiri. Tidak ada satu orangpun yang ada disitu, sepi&#8230;.sunyi&#8230;..dan takut&#8230;.kuatir campur aduk.  Beberapa kali HP berbunyi karena telepon dari kampun menanyakan kondisi, yang tidak bisa aku jawab kaerna aku diluar kamar operasi.</p>
<p>Kira-kira jam 18.45 seorang dokter cantik keluar dari ruang operasi, yang belakangan baru tahu kalau itu yang namanya dokter Yohmi. &#8220;Bapak suami ibu Retna?&#8221; &#8220;Iya dok..&#8221;kataku.  &#8220;Bagaimana istri dan anak saya dok..&#8221; tanyaku dengan cemas. &#8220;Semuanya baik-baik pak, anaknya sehat lincah, walau kecil&#8221;.  Wuuuiihhhhhh lega rasanya mendengarnya. &#8220;Terima kasih dok&#8230;.maaf dokter&#8230;?&#8221; &#8220;Yohmi&#8221;.  Dokter itu mengulurkan tangannya. &#8220;Sekali lagi terima kasih dok&#8230;&#8221;</p>
<p>Kecemasan mulai lagi ketika aku tunggu-tunggu mama dan banyinya belum keluar-keluar juga dari kamar operasi.  Ternyata habis operasi ada acara Inisiasi Menyusui Dini.  Acara ini baru yang katanya baru mulai tahun 2000, dimana anak yang baru lahir hanya di bersihkan dengan lap dan langsung di tempelkan ke dada mamanya agar dia mencari puting susu untuk nanti minum ASI.  AcaraIMD ternyata lama juga 2 jam baru mama dan anakku yang tidak meleset dengan yang ada di USG waktu itu yaitu  &#8220;cewek&#8221; bisa di bawa ke bangsal, baru setelah itu bayi dimandikan, ditimbang dan di ukur panjangnya.</p>
<p>Bernadette NeshaAngelita Purwahendra, lahir dengan SC, berat 2,248 panjang 49, bayi mungil, cantik dan putih (beda dengan bapaknya yang sedikit gosong&#8230;he&#8230;he..).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadipapa.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadipapa.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadipapa.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadipapa.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadipapa.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadipapa.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadipapa.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadipapa.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadipapa.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadipapa.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadipapa.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadipapa.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadipapa.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadipapa.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=73&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadipapa.wordpress.com/2009/04/13/selamat-datang-nesha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">anto phoo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ujian menjadi PAPA di Jepang</title>
		<link>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/08/25/ujian-menjadi-papa-di-jepang/</link>
		<comments>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/08/25/ujian-menjadi-papa-di-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 02:08:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antophoo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadipapa.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Di Jepang semakin banyaknya wanita berkarir setelah melahirkan, sehingga partisipasi seorang ayah dalam membesarkan anak sangatlah diharapkan. Selama ini partisipasi itu dapat dikatakan tidak ada. Apalagi sekarang Jepang dihantui kekahawatiran menurunnya sumber daya manusia untuk beberapa tahun ke depan karena masyarakat semakin cenderung mempunyai anak sedikit少子化. Peta demografi jepang akan menjadi kerucut terbalik, dan ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=71&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="entry">Di Jepang semakin banyaknya wanita berkarir setelah melahirkan, sehingga partisipasi seorang ayah dalam membesarkan anak sangatlah diharapkan. Selama ini partisipasi itu dapat dikatakan tidak ada. Apalagi sekarang Jepang dihantui kekahawatiran menurunnya sumber daya manusia untuk beberapa tahun ke depan karena masyarakat semakin cenderung mempunyai anak sedikit少子化. Peta demografi jepang akan menjadi kerucut terbalik, dan ini akan memicu kenaikan pajak yang tidak terhindari.</p>
<p>Sekarang ada beberapa perusahaan yang memberlakukan “cuti membesarkan anak” 育児休暇 untuk wanita (ini sudah wajar, meskipun kadang kala harus rela melepaskan pekerjaannya) dan untuk pria (ini baru 0,5% padahal pemerintah bermaksud menjadikan 10% dalam 10 tahun). Saya sendiri sampai saat ini belum pernah bertemu dengan teman pria yang mengambil cuti membesarkan anak ini. Kalau teman wanita ada yang mengambil cuti 3 tahun  (profesinya guru). Ada teman pria yang tidak bekerja di kantor (wiraswasta) sehingga dia fleksible mengatur waktu dan membantu istrinya membesarkan anak.</p>
<p>Anyway, bagi ibu-ibu sendiri mungkin agak ragu (n<span style="font-style:italic;">gga enak juga tulis meragukan</span>) akan kemampuan si suami untuk merawat anak. Apakah tidak lebih baik memasukkan anaknya ke penitipan anak saja, daripada menyerahkan bayinya pada seorang <span style="font-weight:bold;">lelaki</span> (wahhh gender deh). Tapi sekarang ibu-ibu bisa sedikit 安心 (merasa lega, aman) karena tahun ini tepatnya hari Minggu kemarin tanggal 16 Maret, telah diadakan suatu Ujian Kemampuan menjadi PAPA yang baik. Namanya <a href="http://www.kentei-uketsuke.com/papaken.html">子育てパパ力検定</a> . <span style="font-style:italic;">(kalau sekilas kok terbaca パパバカ　(papa bodoh) ya….hihihi).</span></p>
<p></span>Ujian ini biayanya 3900 yen, atau 7000 yen jika diikuti sepasang suami-istri. Diselenggarakan di Tokyo, Osaka dan 5 tempat yang lain, dan diikuti kurang-lebih 1000 orang. <span style="font-style:italic;">Wow</span>….<br />
Pertanyaannya ada 50 pilihan a,b,c,d dan karangan. Dan dari hasilnya akan diranking menjadi 4 tingkatan yang tertinggi 一級 (ikkyu) dinamakan <span style="font-weight:bold;">SUPER PAPA</span>, dan yang terendah <span style="font-weight:bold;">DOKIDOKI PAPA</span> (Papanya gemetaran hihihi).</p>
<p>Dasar orang Jepang suka banget yang namanya Ujian Kemampuan. Seperti yang pernah saya tulis di blog saya yang lain, Ujian Kemampuan di Jepang benar-benar beragam jenisnya, dan merupakan suatu kebanggaan jika bisa menuliskan banyak LICENSE/ sertifikat 検定　di curriculum vitae 履歴書. Sampai saya bingung waktu menuliskan CV saya, dan oleh suami saya diberitahu untuk menulis SIM A sebagai License/sertifikat saya, selain dari Ujian Kemampuan Bahasa Jepang 日本語能力試験. Waktu itu saya heran kenapa SIM  <span style="font-style:italic;">aja</span> ditulis. Tapi memang untuk mencari pekerjaan di Jepang, terutama untuk bagian marketing punya SIM  akan lebih disukai. (<span style="font-style:italic;">Laaah aku ngga mau jadi supir  yeeee…)</span></p>
<p><strong><em>Diambil dari tulisan Ibu Imelda di  http://imelda.coutrier.com </em></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menjadipapa.wordpress.com/71/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menjadipapa.wordpress.com/71/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadipapa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadipapa.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadipapa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadipapa.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadipapa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadipapa.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadipapa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadipapa.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadipapa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadipapa.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadipapa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadipapa.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadipapa.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadipapa.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=71&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/08/25/ujian-menjadi-papa-di-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">anto phoo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HYPNOPARENTING (2)</title>
		<link>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/08/07/hipnoparenting-2/</link>
		<comments>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/08/07/hipnoparenting-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 02:17:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antophoo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadipapa.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu HypnoParenting?   Hypoparenting terdiri dari 2 kata dasar yaitu hypnosis dan parenting.  Marilah kita bahas satu persatu secara singkat sehingga makna dari  HypnoParenting dapat dimengerti dengan benar.   Hypnosis di Indonesia masih dianggap sebagai satu hal yang dipenuhi misteri. Masih banyak yang beranggapan bahwa hypnosis  melibatkan kuasa kegelapan, atau suatu bentuk praktek supranatural.  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=67&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="color:#444444;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Apa itu HypnoParenting?<br />
<span> </span><br />
Hypoparenting terdiri dari 2 kata dasar yaitu hypnosis dan parenting.<span>  </span>Marilah kita bahas satu persatu secara singkat sehingga makna dari<span>  </span>HypnoParenting dapat dimengerti dengan benar.<br />
<span> </span><br />
Hypnosis di Indonesia masih dianggap sebagai satu hal yang dipenuhi misteri. Masih banyak yang beranggapan bahwa hypnosis<span>  </span>melibatkan kuasa kegelapan, atau suatu bentuk praktek supranatural.<span>  </span>Oleh karena itu tidak sedikit juga orang yang percaya bahwa hal yang berbau hypnosis harus dijauhi atau dihindari.<br />
<span> </span><br />
Ada juga yang berpendapat bahwa subyek yang di-hypnosis tidak bisa mengontrol pikirannya sendiri dan dalam kondisi yang sepenuhnya tidak sadar. Atau bahkan ada juga yang mengatakan bahwa kalau <span> </span>sering di-hypnosis akan lupa ingatan dan mudah dipengaruhi oleh orang lain, atau bahkan mudah dimasuki &#8220;roh halus&#8221;. Baiklah sekarang kita akan membahasnya.<br />
<span id="more-67"></span><br />
<span> </span><br />
Pertama kali yang perlu diketahui adalah di dunia ini terdapat dua aliran besar hypnosis yaitu aliran Timur dan Barat. Pada aliran Timur memang banyak dijumpai hal-hal yang bersifat mistis atau &#8220;magis&#8221;. Sedangkan pada aliran Barat dipengaruhi oleh teori-teori mengenai pikiran dan struktur bahasa. Hypnosis yang akan diulas di sini menganut aliran Barat. Jadi semuanya berdasarkan penelitian ilmiah dari para pakar yang berasal dari dunia kedokteran dan psikologi.<br />
<span> </span><br />
Fenomena hypnosis kita alami setiap hari. Pernahkah Anda melihat film yang mengharukan hingga menangis? Anda demikian larut dalam film itu sehingga seakan-akan menjadi sesuatu yang nyata.<br />
<span> </span><br />
</span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><em>Itulah hypnosis.<br />
</em></strong><span> </span><br />
Contoh lainnya, mari bayangkan sebuah jeruk lemon yang sangat segar di depan Anda. Bayangkan jeruk tersebut dibelah jadi 2 bagian dan kemudian dikucurkan ke dalam mulut. Bagaimana reaksi tubuh Anda?<span>  </span>Adakah pengaruhnya? Apakah air liur Anda menjadi lebih encer? Jika Anda perhatikan jeruknya kan tidak ada, hanya imajinasi saja bukan? Tetapi mengapa tubuh kita bereaksi dengan cara yang sama ketika jeruknya benar-benar ada?<br />
<span> </span><br />
</span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><em>Itulah hypnosis.<br />
</em></strong><span> </span><br />
Otak kita menangkap gambaran mental dari jeruk lemon. Dan ketika kita melakukannya dengan penuh perasaan dan konsentrasi maka otak menganggap hal itu adalah suatu kenyataan dan memerintahkan tubuh untuk bereaksi dengan cara yang sama saat kita dulu berhadapan dengan jeruk lemon yang sesungguhnya.<br />
<span> </span><br />
Satu syarat penting yang harus ada di sini adalah bahwa Anda harus pernah punya pengalaman dengan jeruk lemon dulu sebelumnya sehingga bisa membayangkan dengan detail. Jika Anda belum pernah melihat jeruk lemon sebelumnya maka sugesti di atas tadi tidak akan berhasil.<br />
<span> </span><br />
Tidak ada hal berunsur &#8220;magis&#8221; atau &#8220;mistis&#8221; bukan ? Untuk memahami fenomena jeruk lemon di atas maka kita harus mengerti cara kerja pikiran. Apa maksudnya? Maksudnya, kita harus mengerti bagaimana pikiran memproses stimulasi dari luar (dalam hal ini berupa kata-kata) menjadi suatu gambaran mental berdasarkan informasi <span> </span>yang sudah ada di memori pikiran sebelumnya. Dengan pemahaman di atas, maka kita sekarang akan menyadari bahwa semua proses pemasukan informasi ke dalam pikiran adalah suatu proses hypnosis.<br />
<span> </span><br />
Nah sekarang apa itu Parenting? Parenting adalah segala sesuatu yang berurusan dengan tugas-tugas orangtua dalam mendidik dan membesarkan anak. Tugas kita sebagai orangtua dalam mendidik dan membesarkan anak sebenarnya sangat berat dan penuh liku-liku tantangan. Sayangnya kita hanya berbekal pengalaman sebagai seorang<span>  </span>anak yang dulunya dididik dan dibesarkan oleh orangtua kita. Sebagian besar pola asuh dan pola didik orangtua kepada kita akhirnya mewarnai tugas kita sebagai orangtua. Kita memperlakukan anak kita sebagaimana orangtua memperlakukan kita dulunya. Seharusnya kita harus memperlakukan anak sebagaimana kita dulu ingin diperlakukan oleh orangtua kita. Dengan begitu kita bertindak atas dasar perasaan seorang anak, bukan atas dasar perasaan kita sebagai orangtua. Karena apa yang kita anggap baik belum tentu seperti yang diinginkan oleh anak kita secara pasti. Dengan kata lain, kita bertindak atas dasar persepsi kita sendiri, bukan dari persepsi seorang anak.<br />
<span> </span><br />
Oleh karena itu dengan HypnoParenting kita berusaha mempetakan dan membuat sistemasi atas segala hal yang berhubungan dengan tugas kita sebagai orangtua ditinjau dari sudut pandang cara kerja pikiran dan pengaruhnya terhadap masa depan seorang anak. Mengapa kita meninjaunya dari sudut pandang cara kerja pikiran? Karena segala sesuatu berakar dari pikiran. Manusia, anak-anak sampai dewasa, melakukan segala sesuatu karena punya pikiran. Segala hal tentang teori pertumbuhan dan perkembangan anak tak akan berhasil jika kita gagal memahami cara kerja pikiran. Satu hal sederhana, engapa seorang bayi belajar berjalan? Karena ia melihat semua orang dewasa di sekitarnya berjalan tegak dengan kedua kakinya. Bukan karena umurnya memang mengijinkan dia untuk berjalan. <span> </span>Jika selama 5 tahun pertama hidupnya, sang bayi hanya melihat orang di sekitarnya merangkak, maka ia pasti akan merangkak juga. Tidak akan pernah berjalan tegak. Inilah mekanisme hypnosis yang paling sederhana. Kita telah mempengaruhi seorang bayi dengan contoh nyata bahwa suatu hari ia akan berjalan juga sebagaimana kita orang dewasa. Hal ini ditangkap oleh otak bawah sadarnya dan diproses sampai suatu saat si bayi mulai mencoba untuk berdiri tegak dan berjalan. Tetapi karena tulangnya belum kuat maka ia akan terjatuh. Tetapi karena kita sugesti, &#8220;Ayo coba lagi. Berdiri lagi sayang, kamu pasti bisa&#8221; maka ia akhirnya bisa berjalan.<span>  </span>Bayangkan apa yang akan terjadi jika sugestinya, &#8220;Alaaa percuma, kamu tidak akan bisa. Sudahlah duduk aja tidak usah berdiri atau berjalan&#8221;, apakah si bayi akan bisa berjalan? Tentu tidak.<br />
<span> </span><br />
Jadi semoga sekarang Anda telah mengerti apa itu HypnoParenting dan bagaimana aplikasi sederhananya.</span></span></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span class="subjectsenderlabel"><span style="color:#444444;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">From: </span><a href="http://bl131w.blu131.mail.live.com/mail/ApplicationMain_13.1.0129.0710.aspx?culture=en-ID&amp;hash=1628159787"><span style="font-size:small;color:#c50000;font-family:Calibri;">hypnoparentingnewsletter@getresponse.com</span></a></span></span><span class="subjectsenderlabel"><span style="color:#444444;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> on behalf of <span>Sekolah Orangtua</span> (</span><a href="http://bl131w.blu131.mail.live.com/mail/ApplicationMain_13.1.0129.0710.aspx?culture=en-ID&amp;hash=1628159787"><span style="font-size:small;color:#c50000;font-family:Calibri;">newsletter@sekolahorangtua.com</span></a><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">)</span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menjadipapa.wordpress.com/67/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menjadipapa.wordpress.com/67/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadipapa.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadipapa.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadipapa.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadipapa.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadipapa.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadipapa.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadipapa.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadipapa.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadipapa.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadipapa.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadipapa.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadipapa.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadipapa.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadipapa.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=67&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/08/07/hipnoparenting-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">anto phoo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IVAN YANG VISUAL</title>
		<link>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/08/06/ivan-yang-visual/</link>
		<comments>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/08/06/ivan-yang-visual/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 02:48:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antophoo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadipapa.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Sebulan sekali Mama pasti mengajak kami untuk ke supermarket untuk belanja kebutuhan sehari-hari, dan biasanya di hari Sabtu atau Minggu. Mungkin sudah menjadi kebiasaan Mama,  belanja perishable (sayuran, daging dan lain-lain yang tidak tahan lama) selalu di bagian akhir belanja. Nah… itu saya manfaat kan bersama Ivan untuk belajar banyak di stand perishable.  Ivan bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=63&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Sebulan sekali Mama pasti mengajak kami untuk ke sup<span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><a href="http://menjadipapa.files.wordpress.com/2008/08/dsci0030.jpg"></a></span></span></span></span></span></span><a href="http://menjadipapa.files.wordpress.com/2008/08/ivan-tunjuk3.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-65" src="http://menjadipapa.files.wordpress.com/2008/08/ivan-tunjuk3.jpg?w=218&#038;h=83" alt="" width="218" height="83" /></a></span></span></span>ermarke<span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><a href="http://menjadipapa.files.wordpress.com/2008/08/dsci0030.jpg"></a></span></span></span></span></span></span></span></span></span>t untuk b<span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><a href="http://menjadipapa.files.wordpress.com/2008/08/dsci0030.jpg"></a></span></span></span></span></span></span></span></span></span>elanja kebutuhan<span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><a href="http://menjadipapa.files.wordpress.com/2008/08/dsci0030.jpg"></a></span></span></span></span></span></span></span></span></span> sehari-hari<span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><a href="http://menjadipapa.files.wordpress.com/2008/08/dsci0030.jpg"></a></span></span></span></span></span></span></span></span></span>,<span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><a href="http://menjadipapa.files.wordpress.com/2008/08/dsci0030.jpg"></a></span></span></span></span></span></span></span></span></span> <span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><a href="http://menjadipapa.files.wordpress.com/2008/08/dsci0030.jpg"></a></span></span></span></span></span></span></span></span></span>dan biasanya di hari Sabtu atau Minggu. Mungkin sudah menjadi kebiasaan Mama, <span> </span>belanja perishable (sayuran, daging dan lain-lain yang tidak tahan lama) selalu di bagian akhir belanja. Nah… itu saya manfaat kan bersama Ivan untuk belajar banyak di stand perishable.<span>  </span>Ivan bisa belajar mengenal nama sayur-sayuran, buah-buahan, bermacam-macam ikan dan bermacam-macam daging.<span>  </span>Biasanya kalau dirumah Ivan hanya belajar dengan gambar atau menggunakan media VCD, menurut saya belum cukup karena dengan gambar atau VCD hanya dua sisi <strong><em>Visual </em></strong>dan <strong><em>Auditory</em></strong>.<span>  </span>Artinya Ivan hanya menggunakan indera penglihatan dan pendengaran.<span>  </span>Tapi kalau belajar di supermarket sisi <strong><em>Kinestetic </em></strong>Ivan juga bisa di asah, dengan cara meraba atau memegang benda yang sudah dilihat dan sudah di kasih tahu namanya. Mengapa ini saya lakukan, saya ingin mengetahui Ivan ini nanti lebih kuat di sisi <span> </span><strong><em>visual</em></strong>nya, <strong><em>auditory</em></strong>nya atau <strong><em>kinestetic</em></strong>nya. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Belajar pengenalan benda seperti yang saya lakukan ternyata sangat efektif buat Ivan dan sekarang sudah ketahuan kalau Ivan sangat menonjol di <strong><em>visual</em></strong>nya. Jadi lebih senang belajar atau beraktivitas kalau ada ‘gambarnya’.<span>  </span>Salah satu contoh yang sering terjadi adalah setiap mau tidur pasti Ivan selalu minta di cerita-in dulu.<span>  </span>Kalau kami tidak mau cerita dia mogok tidak mau tidur.<span>  </span>Kalau kami cerita hanya menggunakan karangan atau imaginasi kami dan di kami suruh mendengar cerita kita, pasti Ivan langsung protes, “Pa……ceritanya pakai buku donk…”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">“Ok…..!” saya menjawab sambil mengambil 2 buku cerita yang kami tempatkan di rak plastik samping tempat tidur tempat kami menyimpan 20 puluh lebih buku ceritanya Ivan. “Sekarang Ivan merem dan Papa bacain ceritanya ya….” Bujuk saya. “Ivan khan juga mau lihat gambarnya….” “Ya…udah..tapi dengerin ya…” </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><a href="http://menjadipapa.files.wordpress.com/2008/08/dsci0030.jpg"></a></span></span></span></span></span></span>Lalu saya pun cerita, cerita tentang dua anak kelinci kembar namanya KIKI dan KIKO, mereka punya sifat yang jauh berbeda. Kiki rajin dan penurut, tapi Kiko malas dan jarang nurut ama orang tuanya. Waktu itu Kiki dan Kiko disuruh jaga rumah sambil membersihkan rumput di halaman karena bapak dan ibunya pergi ke sawah sampai sore.<span>  </span>Tapi Kiko hanya bermain saja dan tidak membantu Kiki, Kiko mengejar seekor belalang yang sedang melompat-lompat.<span>  </span>Tak sadar dia masuk ke dalam hutan dan tersesat di sana dan tidak bisa pulang sampai hari menjadi malam.<span>  </span>Banyak kejadian yag menimpa Kiko malam itu di hutan.<span>  </span>Dia mau di patuk ular dan ada serigala yang mau memakannya. Dia ketakutan sekali sampai menangis.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Sampai disitu tiba-tiba Ivan-ku menangis, “Hua…ha….ha….”. Saya kaget baget karena itu begitu tiba-tiba karena saya konsentrasi membacakan cerita itu. “Ivan kena apa?&#8230;.Kok menangis…Papa khan udah baca ceritanya….Ivan dengerin donk….”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">“Ivan sedih….” Jawab dia masih sambil menangis “Ivan sedih kena apa?” Tanya ku.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">“Ivan kasihan ama Kiko…. dia khan ketakutan”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">“Oooooo…oooo….itu…ya udah itu Kiko udah nyampai rumah…… dah dipeluk ama Bapak Ibunya”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">“Karena Kiko dah nyampai rumah dia sekarang ngajak Ivan bobo. Mau khan di ajak Kiko bobo”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">“Mau…” </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Setelah itu tangisnya mulai berhenti dan pantatnya di tepuk-tepuk terus bobo dah……</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menjadipapa.wordpress.com/63/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menjadipapa.wordpress.com/63/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadipapa.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadipapa.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadipapa.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadipapa.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadipapa.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadipapa.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadipapa.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadipapa.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadipapa.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadipapa.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadipapa.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadipapa.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadipapa.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadipapa.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=63&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/08/06/ivan-yang-visual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">anto phoo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menjadipapa.files.wordpress.com/2008/08/ivan-tunjuk3.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>JURUS MEMINDAHKAN FOKUS MENUAI HASIL</title>
		<link>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/08/05/jurus-memindahkan-fokus-menuai-hasil/</link>
		<comments>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/08/05/jurus-memindahkan-fokus-menuai-hasil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 06:41:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antophoo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Secuil tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadipapa.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda mengalami ketika anak anda menangis dan anda bilang, “Cup…cup…… anak mama/papa sayang…… ga papa …ga usah nangis ya……nangisnya udah ya….”  Apa yang terjadi?  ….. Benar… anak anda semakin kencang nangisnya.  Ini pun berlaku terhadap Ivan.  Dulu waktu kami belum memahami kami pun bingung bagaimana agar Ivan berhenti menangis.  Tapi waktu itu sama eyangnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=58&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://menjadipapa.files.wordpress.com/2008/08/ivannagis.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-59" src="http://menjadipapa.files.wordpress.com/2008/08/ivannagis.jpg?w=160&#038;h=181" alt="" width="160" height="181" /></a>Pernahkah anda mengalami ketika anak anda menangis dan anda bilang, “Cup…cup…… anak mama/papa sayang…… ga papa …ga usah nangis ya……nangisnya udah ya….”<span>  </span>Apa yang terjadi?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> ….. Benar… anak anda semakin kencang nangisnya.<span>  </span>Ini pun berlaku terhadap Ivan.<span>  </span>Dulu waktu kami belum memahami kami pun bingung bagaimana agar Ivan berhenti menangis.<span>  </span>Tapi waktu itu sama eyangnya, dengan sekali bicara langsung berhenti tangisnya.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mungkin anda pun sering melakukannya.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Eyangnya Cuma bilang, “Van ….. keluar yuk … lihat odong-odong…tuh dia lewat.”<span>  </span>Selesai.<span>  </span>Tangisnya berhenti lalu Ivan bilang, “Mana eyang…odong-odongnya..yuk”. Orang tua kita memang tidak pernah belajar NLP (neuro linguistic programming) tetapi mereka melakukan jurus-jurus yang kebetulan saya pelajari di NLP itu.<span>  </span>Dalam rimba per-NLP-an namanya jurus “<strong>Memindahkan focus, menuai hasil</strong>” …..he…he … bukan ding…itu karangan saya saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi menurut guru saya pikiran manusia itu fokusnya bisa dirubah sedikit saja tapi hasilnya dahsyat luar biasa, tetapi agak susah.<span>  </span>Akan lebih mudah kalau di sertai dengan <strong><span style="text-decoration:underline;">merubah fisiologisnya</span></strong>.<span>  </span>Realnya bagaimana?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Ivan nangis sambil duduk dan mukul-mukul lantai, <strong>Eyang mengangkat dia, menggendong, dan menunjuk ke arah depan, sehingga kepala Ivan agak terangkat. </strong>Inilah perubahan fisiologis Ivan. Disertai dengan merubah focusnya dengan kalimat dahsyat itu. Jadi disini ada perubahan state of fisiologis dan state of mind.<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Nah…inilah yang saya sebut JURUS MEMINDAHKAN FOCUS MENUAI HASIL. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Ternyata simple tapi dahsyat luar biasa.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menjadipapa.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menjadipapa.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadipapa.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadipapa.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadipapa.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadipapa.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadipapa.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadipapa.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadipapa.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadipapa.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadipapa.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadipapa.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadipapa.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadipapa.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadipapa.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadipapa.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=58&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/08/05/jurus-memindahkan-fokus-menuai-hasil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">anto phoo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://menjadipapa.files.wordpress.com/2008/08/ivannagis.jpg?w=266" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Imajinasi &amp; Sosialisasi anak umur 3-4 tahun</title>
		<link>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/07/27/imajinasi-sosialisasi-anak-umur-3-4-tahun/</link>
		<comments>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/07/27/imajinasi-sosialisasi-anak-umur-3-4-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 05:42:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antophoo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadipapa.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Keheranan saya dengan makluk Tuhan bernama Ivan tidak habis-habisnya seiring dengan bertambahnya usia dan perkembangannya.  Dia semakin pintar berimajinasi, semakin pintar mengarang cerita, semakin cepat menangkap kosa kata baik bahasa Indonesia, Jawa, Inggris maupun Sunda (maklum dulu pengasuhnya dari Sumedang).  Saya coba mencari tahu tentang pengetahuan perkembangan anak, dan akan saya sharekan di sini. Ternyata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=44&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Keheranan saya dengan makluk Tuhan bernama Ivan tidak habis-habisnya seiring dengan bertambahnya usia dan perkembangannya.<span>  </span>Dia semakin pintar berimajinasi, semakin pintar mengarang cerita, semakin cepat menangkap kosa kata baik bahasa Indonesia, Jawa, Inggris maupun Sunda (maklum dulu pengasuhnya dari Sumedang).<span>  </span>Saya coba mencari tahu tentang pengetahuan perkembangan anak, dan akan saya sharekan di sini.</span></p>
<p><span id="more-44"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ternyata gemar berimajinasi dan mulai tertarik bermain bersama teman sebaya adalah cirri khas anak usia 3-4 tahun.<span>  </span>Sehingga sering kita dikejutkan dengan imajinasi yang ia munculkan saat bermain.<span>  </span>Ada saja khayalan yang ia lontarkan dan sering membuat kita geli dan kagum, “Kok bisa sih, anakku berimajinasi seprti itu?”<span>  </span>Kemampuan motorik si kecil pun kian meningkat.<span>  </span>Ia makin piawai menggunakan sendok dan garpu saat makan. Minatnya mengerjakan tugas-tugas orang dewasa disekitarnya pun bertambah.<span>  </span>Bahka, si kecil jadi lebih mandiri seiring peningkatan kemampuannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kemampuan si kecil berbahasa ditandai dengan kian lancarnya ia berkata-kata.<span>  </span>Cara bicaranya lebih jelas sehingga kata-katanya lebih mudah dimengerti orang-orang sekelilingnya.<span>  </span>Kepandaian tambahannya adalah gemar humor, dan mencoba kebiasaan barunyai ini. Tak heran bila kemampuan social anak usia ini berkembang pesat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Berikut beberapa hal mengenai perkembangan anak usia 3-4 tahun yang kebetulan saya dapat dari seri Ayahbunda.</span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="width:18.9pt;background-color:transparent;border:black 1pt solid;padding:0 5.4pt;" width="25" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><strong>NO</strong></span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:139.5pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="186" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><strong>ASPEK</strong></span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:4.45in;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="427" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><strong>KEMAMPUAN YANG DICAPAI</strong></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:black 1pt solid;width:18.9pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="25" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1</span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:139.5pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="186" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sosial &amp; Emosi</span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:4.45in;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="427" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Senang bermain dengan teman sebaya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mulai belajar berbagi, menunggu giliran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mulai mampu berpisah sementara waktu dari orang tua untuk bergabung dalam lingkungan yang dikenalnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Semakin mandiri dan tak selalu bergantung pada bantuan orang tua</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menunjukkan perhatian pada anak lain yang sedang bersedih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tertarik dan senang bermain pura-pura dan imajinasi</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:black 1pt solid;width:18.9pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="25" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2</span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:139.5pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="186" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Motorik</span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:4.45in;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="427" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Senang naik tangga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mampu berdiri dan berjalan dengan berjinjit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mampu berdiri satu kaki beberapa saat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Makin mahir bermain bola</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jari-jari main terampil menggenggam krayon, pensil, atau menggunakan gunting</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:black 1pt solid;width:18.9pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="25" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">3</span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:139.5pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="186" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kegiatan Sehari-hari</span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:4.45in;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="427" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mampu menggunakan sendok dan garpu dengan baik saat makan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Terampil ke toilet, meski kadang masih ngompol bila terlalu capai atau ‘lupa’ ke kamar kecil sebelum tidur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Senan dan tertarik membantu orang tua melakukan kegiatan sehari-hari</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:black 1pt solid;width:18.9pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="25" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">4</span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:139.5pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="186" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Berbicara dan Berbahasa</span></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:4.45in;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="427" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Makin lancar berbicara berbagai kata dan kalimat dengan tepat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bicara makin jelas sehingga mudah dimengerti orang lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Banyak bertanya tentang segala hal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mulai senang humor</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menjadipapa.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menjadipapa.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadipapa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadipapa.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadipapa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadipapa.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadipapa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadipapa.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadipapa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadipapa.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadipapa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadipapa.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadipapa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadipapa.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadipapa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadipapa.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=44&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/07/27/imajinasi-sosialisasi-anak-umur-3-4-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">anto phoo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghilangkan kata-kata kasar…….</title>
		<link>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/07/27/menghilangkan-kata-kata-kasar%e2%80%a6%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/07/27/menghilangkan-kata-kata-kasar%e2%80%a6%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 05:15:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antophoo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Secuil tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadipapa.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa minggu yang lalu, setelah beberapa saat bangun tidur Ivan menarik-narik bantal sehingga jatuh ke lantai. Lalu mama bilang, “Van bantalnya biar diatas tempat tidur aja, kalau dibawah kotor.” Mungkin karena nada yang dipakai volumenya sedikit keras, maka Ivan pun bereaksi yang membuat kami berdua kaget.   “Ahhhh ……. mama reseh!” Lalu mama pun langsung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=38&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Beberapa minggu yang lalu, setelah beberapa saat bangun tidur Ivan menarik-narik bantal sehingga jatuh ke lantai. Lalu mama bilang, “Van bantalnya biar diatas tempat tidur aja, kalau dibawah kotor.” Mungkin karena nada yang dipakai volumenya sedikit keras, maka Ivan pun bereaksi yang membuat kami berdua kaget. </span></p>
<p><span id="more-38"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Ahhhh ……. mama reseh!” Lalu mama pun langsung menggunakan teknik tangkap buang yang pernah kami dapatkan ketika kami ikut seminar parenting.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Hei…… Ivan bilang apa tadi?<span>  </span>Coba mama tangkap kata ‘resehnya’ tadi.<span>  </span>Sekarang Ivan bilang lagi ayo.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Reseh….”kata Ivan lagi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Hop….. kena deh mama tangkap kata ‘resehnya’ tadi.<span>  </span>Tuh…lihat Van….resehnya ada di tangan mama.<span>  </span>Kelihatan khan.”<br />
“Nah … sekarang kita buang sama-sama yuk….!! Kita buang keluar candela!!.”</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“ Ivan hitung…..satu….dua….tiga…!!! Tuh…lihat ‘resehnya’ dah hilang dah pergi dari mulut Ivan dan dari tangan mama.<span>  </span>Jadi dah ga ada lagi ya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Resehnya hilang ya ma…. Dah pergi ya ma…..” kata Ivan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Iya …… udah hilang.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Sekarang Ivan ambilin bantalnya ditaruh di atas tempat tidur.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Ya … ma… Maapin Ivan ya…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Selama seminggu lebih saya menunggu kata itu keluar lagi, eh…. Ga keluar-keluar.<span>  </span>Soalnya kalau keluar lagi, kita tinggal bilang, “Lho khan kemarin dah dibuang….”<span>  </span>Seperti dulu saya memakainya Ivan ikut-ikutan temannya bilang “Wuek…..!!” sambil menjulurkan lidahnya, dan itu hilang dalam waktu kira-kira 3 minggu.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menjadipapa.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menjadipapa.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadipapa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadipapa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadipapa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadipapa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadipapa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadipapa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadipapa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadipapa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadipapa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadipapa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadipapa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadipapa.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadipapa.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadipapa.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=38&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/07/27/menghilangkan-kata-kata-kasar%e2%80%a6%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">anto phoo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bermain dan Kecerdasan</title>
		<link>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/07/27/bermain-dan-kecerdasan/</link>
		<comments>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/07/27/bermain-dan-kecerdasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 05:12:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antophoo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadipapa.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai penelitian membuktikan, bermain merupakan stimulasi efektif dalam menunjang tumbuh kembang optimal anak.  Dua orang psikolog, Jorome Bruner dan Brian Sutton-Smith, yang meneliti perkembangan aspek kognitif manusia mengatakan, bermain menghasikan atmosfer santai, sehingga anak lebih mudah belajar berbagai cara untuk mengatasi masalah yang ditemuinya ketika bermain.  Menurut keduanya, pada saat bermainlah anak sering terlibat dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=36&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Berbagai penelitian membuktikan, bermain merupakan stimulasi efektif dalam menunjang tumbuh kembang optimal anak.<span>  </span>Dua orang psikolog, Jorome Bruner dan Brian Sutton-Smith, yang meneliti perkembangan aspek kognitif manusia mengatakan, bermain menghasikan atmosfer santai, sehingga anak lebih mudah belajar berbagai cara untuk mengatasi masalah yang ditemuinya ketika bermain.<span>  </span>Menurut keduanya, pada saat bermainlah anak sering terlibat dalam proses pemecahan masalah.</span></p>
<p><span id="more-36"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sementara itu D.G Singer &amp; J.Singer, peneliti senior dan professor di bidang psikologi perkembangan dari Amerika Serikat, dalam buku mereka The House of Make Believe, mengatakan anak pra sekolah yang banyak melewatkan waktu bermain sosiodrama, umumnya lebih menonjol dalam kompetensi dan perkembangan intelektualnya.<span>  </span>Anak-anak tersebut juga mendapatkan nilai lebih tingi pada test yang mengukur imainasi dan kreativitas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Beragai penelitian lain juga mendukung pandangan bahwa bermain membuat anak belajar kekuatan dan batas-batas kemampuan dirinya.<span>  </span>Si kecil jadi lebih mampu mensiasati realitas melalui permainan pura-pura.<span>  </span>Kemampuan abstraksi anak pun kian terasah karena ia mengenal berbagai konsep, seperti besar-kecil, atas-bawah, dan penuh-kosong.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bermain juga membuat anak mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasi (mulai mengamati, mengurut, membedakan, membuat ramalan, membandingkan, sampai mearik kesimpulan), serta menentukan hubungan sebab akibat.<span>  </span>Kemampuan intelektual yang anak peroleh melaui kegiatan menyenangkan ini, dapat menjadi bekal yang sanagat berguna untuk mengatasi permasalahan dalam kehidupan kelak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sumber: Seri Ayahbunda</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menjadipapa.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menjadipapa.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadipapa.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadipapa.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadipapa.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadipapa.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadipapa.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadipapa.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadipapa.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadipapa.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadipapa.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadipapa.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadipapa.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadipapa.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadipapa.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadipapa.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=36&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/07/27/bermain-dan-kecerdasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">anto phoo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hebat ….Ivan tidak ngompol lagi…..</title>
		<link>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/07/27/hebat-%e2%80%a6ivan-tidak-ngompol-lagi%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/07/27/hebat-%e2%80%a6ivan-tidak-ngompol-lagi%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 05:10:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antophoo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Secuil tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadipapa.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak tahu rata-rata anak balita tidak ngompol itu umur berapa tahun.  Yang jelas Ivan sudah  tidak ngompol lagi di celana maupun di kasur sejak umur 1 tahun 3 bulan. Ada cara praktis agar Ivan berhenti ngompol, dan itu saya dan mama sudah lakukan sejak Ivan berumur 9 bulan.  Mungkin anda sudah mengerti benar saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=34&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Saya tidak tahu rata-rata anak balita tidak ngompol itu umur berapa tahun.<span>  </span>Yang jelas Ivan sudah<span>  </span>tidak ngompol lagi di celana maupun di kasur sejak umur 1 tahun 3 bulan. Ada cara praktis agar Ivan berhenti ngompol, dan itu saya dan mama sudah lakukan sejak Ivan berumur 9 bulan.<span>  </span>Mungkin anda sudah mengerti benar saat anak anda masih bayi, kalau malam ngompo l pasti dia menangis dan saat itu anda sedang tertidur lelap.<span>  </span>Mau tidak mau anda bangun.<span>  </span>Itulah cara anak kita memberi tanda kepada kita bahwa dia ngompol.<span>  </span>Kalau dia tidak memberi tanda (dengan menangis) tentu anda masih tertidur dengan nyenyaknya mengikuti mimpi indah anda.<span>  </span></span></span></p>
<p><span id="more-34"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya yakin anda lebih suka diberi tahu sebelum dia ngompol khan…. Sehingga anda tidak usah susah-susah mengganti pokok atau alas tidurnya.<span>  </span>Bayi atau atau anak-anak adalah karunia Tuhan yang sangat dahsyat.<span>  </span>Walaupun dia kelihatan belum bisa apa-apa tetapi sebenarnya, banyak hal yang bisa dia lakukan, termasuk MEMBERI TAHU ANDA KALAU DIA PEGIN PIPIS.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Apa yang kami lakukan agar Ivan memberi tahu kalau mau pipis?<span>  </span>Ternyata gampang……! ! Kami cuma tinggal memberi tahu Ivan, “Van…. Kalau kamu mau pipis, kasih tanda Mama Papa ya…..”.<span>  </span>Tentunya ‘perintah’ itu tidak hanya sekali dan tidak sembarang waktu kami lakukan.<span>  </span>Ibarat computer kami melakukan <em>installing</em> di buah hati kami itu.<span>  </span>Untuk <em>installing</em> tidak bisa kita lakukan sembarang waktu dan sembarang kata-kata.<span>  </span>Kami selalu melakukan <em>installing</em> itu pada saat dia akan tidur atau menjelang tidur dan belum 100% terlelap.<span>  </span>Kalimat yang kami gunakan pun selalu sama, “Ivan….. kalau kamu mau pipis, kasih tanda Mama Papa ya…..” dan selalu kami ulang-ulang sampai dia tertidur lelap. Kami tidak pernah mengatakan, “Ivan… kalau bobo <strong><em>tidak boleh</em></strong> ngompol ya…..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Lalu apa yang Ivan lakukan kalau malam-malam dia mau pipis? Tanda yang dia berikan adalah kegelisahan dia ditunjukan saat<span>  </span>tidur yang sering gerak, <strong><em>‘polah’</em></strong> dalam bahasa Jawanya. Biasanya kalau dia udah begitu saya atau mamanya bangun kemudian Ivan kami “tatur” (bahasa Indonesianya apa ya…).<span>  </span>Kami angkat dia, kita lepas celananya, kita bawa ke kamar mandi (Ivan sambil merem tentunya…) dan “Currrrrrrr……….” Pipislah dia.<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kadang kami berdua karena kecapekan kerja seharian malas untuk bangun. Ya…ngompolah dia…. Itu salah kami, karena Ivan dah kasih tanda tapi kami yang tidak bangun.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menjadipapa.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menjadipapa.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadipapa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadipapa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadipapa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadipapa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadipapa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadipapa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadipapa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadipapa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadipapa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadipapa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadipapa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadipapa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadipapa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadipapa.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=34&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/07/27/hebat-%e2%80%a6ivan-tidak-ngompol-lagi%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">anto phoo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hypnoparenting</title>
		<link>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/07/25/hypnoparenting/</link>
		<comments>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/07/25/hypnoparenting/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 09:48:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antophoo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjadipapa.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Hypnoparenting adalah suatu program pembelajaran dan pendidikansecara sistematis bagi orangtua dengan harapan para orangtua bisa mendidik anak dan membesarkannya dengan lebih profesional. Lo kok profesional? Begini, sebagai orangtua kita melakukan tugas yang tidak ringan namun sayangnya bekal kita untuk mendidik dan mengasuh sang buah hati sebenarnya relatif minim. Umpama, kita hanya mengandalkan pengalaman saat dididik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=27&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Hypnoparenting </span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">adalah suatu program pembelajaran dan pendidikansecara sistematis bagi orangtua dengan harapan para orangtua bisa mendidik anak dan membesarkannya dengan lebih profesional. Lo kok profesional? Begini, sebagai orangtua kita melakukan tugas yang tidak ringan namun sayangnya bekal kita untuk mendidik dan mengasuh sang buah hati sebenarnya relatif minim. Umpama, kita hanya mengandalkan pengalaman saat dididik dan dibesarkan oleh orangtua kita dulu. Padahal belum tentu pola pengasuhan tersebut pas untuk diterapkan pada si kecil di zaman ini. Idealnya anak justru kita perlakukan sebagaimana kita ingin diperlakukan<strong> </strong>oleh orangtua kita dulu. Dengan begitu tindakan yang kita lakukan atas dasar perasaan seorang anak. Bukan atas dasar perasaan kita sebagai orangtua. </span><br />
<span id="more-27"></span><br />
<em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Hypnoparenting</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> memiliki prinsip, semua yang dikatakan dan dilakukan orangtua pada hakikatnya adalah suatu proses hipnosis karena akan terpola pada pikiran bawah sadar anak. Sebenarnya tidak ada sesuatu yang benar-benar baru di sini karena tanpa disadari orangtua telah melakukan proses hipnosis pada si kecil sejak lama. Hanya saja apakah hipnosis yang kita masukkan ke dalam pikiran bawah sadarnya positif atau negatif, inilah yang perlu diluruskan (jika orangtua kerap menakut-nakuti si kecil dengan hantu gentayangan di tempat gelap yang pada akhirnya membuat anak menjadi penakut, itulah contoh hipnosis negatif). </span></p>
<p><em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Hypnoparenting</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"> berusaha memetakan dan membuat pola asuh orangtua menjadi sistematis berdasarkan cara kerja pikiran dan pengaruhnya terhadap masa depan seorang anak. Mengapa dari sudut pandang cara kerja pikiran? Karena segala sesuatu berakar dari pikiran. Setiap manusiaanak-anak sampai dewasamelakukan segala sesuatu karena mereka memiliki pikiran. Segala hal tentang teori pertumbuhan dan perkembangan anak pun tak akan berhasil jika para ahli gagal memahami cara kerja pikiran. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Contohnya, alasan seorang bayi belajar berjalan tegak ternyata karena ia melihat semua orang di sekitarnya berjalan tegak dengan kedua kakinya. Jadi bukan karena umurnya sudah mencukupi lantas ia otomatis tahu cara jalan yang benar. Bila selama 5 tahun pertama hidupnya, bayi hanya melihat cara berjalan dengan merangkak, pasti akan ikut merangkak juga. Inilah mekanisme hipnosis yang paling sederhana. Ketika belajar berjalan, sang bayi menerima sugesti dari lingkungan, &#8220;Ayo coba lagi. Berdiri lagi Sayang, kamu pasti bisa&#8221; maka ia akhirnya bisa berjalan dengan dua kaki.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menjadipapa.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menjadipapa.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjadipapa.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjadipapa.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjadipapa.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjadipapa.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjadipapa.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjadipapa.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjadipapa.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjadipapa.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjadipapa.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjadipapa.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjadipapa.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjadipapa.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjadipapa.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjadipapa.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjadipapa.wordpress.com&amp;blog=4312004&amp;post=27&amp;subd=menjadipapa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjadipapa.wordpress.com/2008/07/25/hypnoparenting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">anto phoo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
